Rapat Tinjauan Manajemen

Pada tanggal 28 November 2012, Universitas Narotama mengadakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM),  RTM merupakan siklus puncak  dalam menerapkan perbaikan berkelanjutan di sistem manajemen suatu institusi/lembaga. Rapat Tinjauan Manajamen yang dilakukan dihadiri oleh Manajemen Puncak, Auditor dan Auditee.

Agenda yang disampaikan dalam RTM adalah sebagai berikut :

1). Hasil audit, 2). Umpan balik pelanggan, 3). Kinerja proses dan kesesuaian luaran, 4). Status tindakan pencegahan dan tindakan korektif, 5). Tindak lanjut tinjauan manajemen yang lalu, 6). Perubahan yang dapat mempengaruhi sistem manajemen mutu, 7). Saran untuk koreksi.

Pada Rapat Tinjauan manajemen kali ini juga ditampilkan hasil dari KPI (Key Performance Indicator) dari semua unit yang ditampilkan pada SIPENJAMU Universitas Narotama, suatu lompatan besar dalam sistem manajemen mutu Universitas Narotama  yang sudah bergerak menuju berbasis kinerja.

Rapat yang dibuka oleh Rektor dilanjutkan oleh Kepala Penjaminan Mutu mengangkat tema “Berubah Dan Harus Lebih Baik” berharap Universitas Narotama kedepan  menjadi Universitas yang semakin maju.

Standar Pendidikan Nasional Untuk Pendidikan Dasar & Menengah

Standar Nasional Pendidikan

Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Standar Nasional Pendidikan terdiri dari :

  • Standar Kompetensi Lulusan
  • Standar Isi
  • Standar Proses
  • Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan
  • Standar Sarana dan Prasarana
  • Standar Pengelolaan
  • Standar Pembiayaan Pendidikan
  • Standar Penilaian Pendidikan

Fungsi dan Tujuan Standar :

  • Standar Nasional Pendidikan berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu
  • Standar Nasional Pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.
  • Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana, terarah, dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.

Daftar Standar Nasional Pendidikan yang telah menjadi Permendiknas :

A. Standar Isi :

NO Nomor Permen Tentang
1 Nomor 22 tahun 2006 Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
2 Nomor 24 tahun 2006 Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang standar Isi untuk satuan pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan Dasar dan Menengah
3 Nomor 14 Tahun 2007 Standar Isi Program Paket A, Program Paket B, dan Program Paket C

B. Standar Kompetensi Lulusan :

NO Nomor Permen Tentang
1 Nomor 23 Tahun 2006 Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
2 Nomor 24 tahun 2006 Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang standar Isi untuk satuan pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan Dasar dan Menengah

C. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan :

NO Nomor Permen Tentang
1 Nomor 12 Tahun 2007 Standar pengawas Sekolah/Madrasah
2 Nomor 13 tahun 2007 Standar Kepala Sekolah/Madrasah
3 Nomor 16 Tahun 2007 Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru
4 Nomor 24 Tahun 2008 Standar Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah
5 Nomor 25 Tahun 2008 Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah
6 Nomor 26 Tahun 2008 Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/Madrasah
7 Nomor 27 Tahun 2008 Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor
8 Nomor 40 Tahun 2009 Standar Penguji Pada Kursus dan Pelatihan
9 Nomor 41 Tahun 2009 Standar Pembimbing Pada Kursus & Pelatihan
10 Nomor 43 Tahun 2009 Standar Tenaga Administrasi Program paket A , Paket B, dan Paket C
11 Nomor 42 Tahun 2009 Standar Pengelola Kursus
12 Nomor 44 Tahun 2009 Standar Pengelola Pendidikan pada Program Paket A, Paket B dan Paket C
13 Nomor 45 Tahun 2009 standar Teknisi Sumber Belajar Pada Kursus dan Pelatihan

D. Standar Pengelolaan :

NO Nomor Permen Tentang
1 Nomor 19 Tahun 2007 Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;

E. Standar Penilaian :

NO Nomor Permen Tentang
1 Nomor 20 Tahun 2007 Standar Penilaian Pendidikan

F. Standar Sarana Prasarana :

NO Nomor Permen Tentang
1 Nomor 24 Tahun 2007 Standar Sarana dan Prasarana untuk SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA
2 Nomor 33 Tahun 2008 Standar Sarana dan Prasarana untuk SDLB, SMPLB, dan SMALB
3 Nomor 40 Tahun 2008 Standar Sarana dan Prasarana untuk SMK/MAK

G. Standar Proses :

NO Nomor Permen Tentang
1 Nomor 41 Tahun 2007 Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
2 Nomor 1 Tahun 2008 Standar Proses Pendidikan Khusus
3 Nomor 3 Tahun 2008 Standar Proses Pendidikan Kesetaraan Program Paket A, Paket B, dan Paket C

H. Standar Biaya :

NO Nomor Permen Tentang
1 Nomor 69 Tahun 2009 Standar Biaya Operasi Nonpersonalia Untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB)

I. Standar Pendidikan Anak Usia Dini :

NO Nomor Permen Tentang
1 Nomor 58 Tahun 2009 Standar Pendidikan Anak Usia Dini

Pentingkah Sertifikat ISO untuk Sekolah ?

Sudah ratusan sekolah di pulau Jawa yang memperoleh sertifikat ISO 9001. Di Jakarta saja, menurut data Kemendiknas tahun 2009, sudah lebih dari empat puluh sekolah dari berbagai jenjang yang sudah memiliki sertifikat ISO ini. Tahun ini diprediksikan sudah lebih dari seratus sekolah di Jakarta yang bersertifikat ISO. Kemendiknas menggalakkan sekolah untuk memiliki sertifikat ISO. Menurut informasi, hampir seluruh LPMP Provinsi di Indonesia sudah bersertifikat ISO.

Apa sih manfaat Sertifikat ISO bagi sekolah? Kenapa sekolah harus bersertifikat ISO? salah satu Wakil Kepala Sekolah sebuah SMK negeri di Jakarta punya pengalaman menarik. Dulu ketika sekolahnya belum meraih sertifikat ISO, mereka mengalami kesulitan mencari bantuan keuangan untuk pengembangan sekolah. Jangankan donatur luar negeri, minta bantuan Kemendiknas aja susahnya minta ampun, katanya. Tapi sekarang setelah sekolahnya meraih Sertifikat ISO 9001, bantuan mengalir dengan derasnya. Ini terjadi karena publik, baik dalam maupun luar negeri, sudah percaya dengan Standar Manajemen Mutu dari sekolah ini.

Apa yang diungkapkan memang bukan isapan jempol. Sekarang banyak perusahaan yang mengajak kerja sama dengan sekolah yang sudah mempunyai sertifikat ISO. Bahkan salah satu perusahan Cina hanya mau bekerja sama dengan sekolah yang mempunyai sertifikat ISO.  Perusahaan Cina itu memberikan bantuan berupa mesin-mesin untuk kegiatan praktek siswa. salah satu SMK yang mempunyai sertifikat ISO di Jakarta bahkan menceritakan muridnya yang kelas 3 dan baru saja UN sudah “di booking” oleh perusahaan Cina tersebut. Lebih hebat lagi, para siswa sekolah ini sudah memiliki kemampuan merakit laptop. Mereka sering dapat order merakit laptop dari sebuah perusahaan komputer terbesar di Jakarta. Ribuan laptop sudah mereka rakit. Perusahaan ini percaya dengan kurikulum dari SMK ini karena telah bersertifikan ISO 9001. Bahkan beberapa waktu lalu, ketika Kemendiknas menggelontorkan program bantuan 2000 laptop/netbook untuk SMK, ternyata oleh perusahaan pemasok laptop mitra Kemendiknas itu, perakitannya diserahkan ke sekolah ini. Luar biasa.

Memang tidak mudah untuk memperoleh sertifikat ISO, tapi tidak sukar juga.  Maksudnya memang sebuah keniscayaan. Cuma perlu keseriusan semua unsur di sekolah yang bersangkutan.

Bagaimana dengan sekolah di Surabaya, berapa % sekolah yang sudah bersertifikat ISO.

Universitas Narotama