sixsigma

Mengenal Apa Itu SIX SIGMA ??

Walaupun bukan pendekatan yang baru, Six Sigma Quality termasuk pendekatan yang muncul belakangan setelah TQM atau ISO. Kelahirannya mungkin sedikit lebih awal daripada MBNQA (Malcolm Baldridge National Quality Award). Six Sigma diperkenalkan oleh Motorola di awal 1980-an. Tak disangka, keberhasilan Motorola menerapkan Six Sigma menjadikannya perusahaan yang menerima MBNQA pada tahun 1988. Secara konseptual, Six sigma menawarkan pemikiran baru dalam melihat kualitas. Namun secara teknis, metoda yang digunakan dalam Six Sigma boleh dikatakan tidak ada yang baru, kecuali semua yang sudah digunakan perusahaan dalam meningkatkan kualitas.

Tujuan Six Sigma
Yang menjadi tujuan atau visi dari Six Sigma adalah mengarahkan industri untuk menghasilkan barang dan jasa pada level six (6) sigma. Jika pendekatan sebelumnya mengatakan standar kualitas cukup pada standar 3 sigma, maka Six Sigma mencanangkan standar yang 2 kali lebih ketat. Yang harus dicatat di sini, makna six sigma tidak berarti spesifikasi barang dan jasa menjadi six sigma (baca: +/- 6 standar deviasi), tetapi dengan spesifikasi yang sama sebaran proses harus +/- 6 sigma.

 

Strategi Pencapaian

Strategi yang digunakan dalam Six Sigma adalah menerapkan upaya memerangi cacat barang dan jasa untuk  memperbaiki level sigma. Hal ini hanya dapat dilakukan dengan mengandalkan analisis terhadap data yang intensif. Pada dasarnya semua sistem manajemen kualitas mengandalkan data, tetapi six sigma memberikan penekanan lebih karena ukuran keberhasilannya dinyatakan dalam level sigma. Level sigma ini tidak akan diperoleh tanpa pengolahan data.

Secara spesifik, angka yang dituju oleh standar Six Sigma adalah 3,4 dpmo (defect per million opportunity). Mengapa di sini digunakan istilah opportunity? bukan unit saja? Six Sigma menganggap bahwa yang termasuk cacat itu adalah semua tipe cacat dalam tiap produk. Jadi kalau 1 produk memiliki kemungkinan cacat pada 4 aspek, maka 100 produk memiliki maksimum kemungkinan cacat sebanyak 400. Dengan demikian, tantangan dalam mencapai standar 6 sigma ini sangat tinggi.

Apakah angka 3,4 ini bisa dicapai? menurut pengalaman Motorola, diikuti oleh General Electric, Allied Signal dsb, jelas angka 3,4 bukan sesuatu yang mustahil untuk dicapai (bagaimana angka 3,4 diperoleh. Beberapa literatur mengatakan pemborosan di perusahaan pada umumnya sebesar 20% hingga 40% dari nilai penjualan. Porsi ini menurut Six Sigma merupakan tingkat pemborosan yang tinggi sehingga peluang untuk melakukan perbaikan sangat terbuka. Pemborosan sebesar itu setara dengan level sigma 2 dan 3. Tinggal sekarang mau atau tidak perusahaan mencapai target yang lebih baik yaitu level sigma 6

 

 

Sumber: Operations anda Supply management, edisi 12

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *