Sumberdaya Dosen di PT

Berbicara mengenai Sumber Daya Manusia sangatlah menarik, karena kualitas SDM pada suatu intitusi / perusahaan akan menentukan kualitas dari institusi / perusahaan tersebut karena itu lah diperlukan suatu manajemen SDM dalam suatu institusi / perusahaan.

Berbicara mengenai SDM di Perguruan Tinggi, maka salah satu point penting disini adalah sumber daya dosen. disinilah perlunya suatu manajemen sumber daya dosen dilakukan, karena hampir semua keputusan / kebijakan  yang menyangkut dosen mempunyai pengaruh langsung / tidak langsung  pada mutu pengajaran dan pendidikan. Pendidikan bermutu sangat bergantung pada kemampuan dan kinerja  dosen dan dosen yang berkemampuan seperti itu selalu dalam jumlah yang kurang. Karena itu dosen perlu dikelola agar dapat berkinerja tinggi  sehingga menghasilkan Perguruan Tinggi yang BERMUTU.

Pengelolaan dosen yang  efektif mengharuskan penerapan sistem yang tepat. Sistem recruitment / pelatihan / pendidikan yang baik saja tidak cukup untuk terjadinya kinerja yang tinggi dari para dosen  dan bukan jaminan untuk dapat menahan dosen yang baik tetap mau bekerja di Perguruan Tinggi tersebut. Partisipasi aktif  semua komponen pendidikan terutama dosen  dalam usaha perbaikan mutu pendidikan adalah kunci terpenting. tetapi masalahnya adalah bagaimana cara membangkitkan partisipasi aktif itu ? inilah yang perlu dijadikan masukan oleh para pimpinan perguruan tinggi.

Keterbatasan dana seringkali  dijadikan kambing hitam dari rendahnya aktifitas para dosen dan juga dituduh sebagai penyebab rendahnya mutu pendidikan. Tetapi apakah dengan bertambahnya dana  pendidikan  otomatis akan meningkatkan MUTU pendidikan tersebut ? Tanpa pengelolaan sumber daya dosen yang lebih baik kenaikan jumlah dana tak akan banyak artinya  dalam peningkatan mutu pendidikan.

Ada 2 model pengelolaan organisasi pendidikan.

1. Model Rasional —-> bersifat centralized, top down, hiearchis dan birokratis. Model ini efektif bila : tujuan-tujuan organisasi jelas serta disetujui oleh anggotanya dan kegiatan organisasi  direncanakan dan dikoordinasikan secara ketat demi tercapainya tujuan tersebut; pimpinan organisasi mempunyai kewenangan dan kekuasaan yang cukup besar; Lingkungan eksternal stabil dan dapat diprediksi pimpinan dengan mudah.

2. MOdel Sistem Alamiah —> model ini pengambilan keputusan didelegasikankepada tingkatan dimana setiap kegiatan dikerjakan. Individu pada semua tingkatan diminta memberi masukan bagi keputusan yang dimungkinkan guna menanggapi kebutuhan pelanggan.

Model mana yang sesuai dengan Perguruan Tinggi kita tergantung pada bagaimana pimpinan  melihat  sifat pekerjaan yang harus dilakukan : apakah jelas, sederhana dan baku ataukah ambigous, kompleks dan tidak baku.

Jika yang dipilih adalah model 2, maka SDM khususnya dosen harus ditempatkan pada posisi sentral, mereka harus diberikan hak otonomi, mereka harus diberdayakan secara maksimal, karena diasumsikan bahwa dosen-dosen di Jurusan lebih tahu dan mengerti kebutuhan mahasiswanya. Memang tidak mudah  melaksanakan otonomi Perguruan Tinggi.  harus mengubah gaya dan pengelolaan khususnya pengelolaan SDM terlebih pengelolaan dosen dan salah satu  kunic pengelolaan SDM yang baik adalah MENEMPATKAN SETIAP ORANG PADA POSISI YANG TEPAT dan DENGAN TUGAS-TUGAS YANG SESUAI  DENGAN KEMAMPUAN YANG DIMILIKINYA. karena itu pimpinan harus mengenal baik ciri-ciri masing-masing orang seperti usia, kondisi fisik, pendidikan, keahlian, minat akademik, pengalaman, kepribadian, prestasi yang menonjol,  kekuatan dan kelemahan, availibility, dll

Salam….. Narotama Jaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *